Minggu, 26 Agustus 2018

Heart's Talks: When i Sat Down and Pray at God's Feet.

Heart's Talks: When i Sat Down and Pray at God's Feet.: Bulan ini adalah bulan bersejarah bagi bangsaku... Ada beberapa peristiwa yang sangat penting di bulan Agustus di tahun 2018 ini : 1...

Senin, 09 Juli 2018

it came out of the blue

Yups...
kejadian beruntun yang terjadi di bulan June yang lalu...makes me deeper in Blue
mulai dari kepergian omaku yang tinggal satu-satunya ke Surga yang pernah sedikit memaksa Tuhan untuk memperpanjang usianya menjadi 100 tahun sampai ia bisa melihat aku dan adikku menikah secara tiba-tiba saat ulang tahunnya Maret lalu yang ke 92 Tahun, beliau menjadi lemas dan akhirnya di rawat di RS hingga akhirnya beliau meminta untuk dirawat di rumah sambil memanggil namaku dan menunggu aku datang ke Jakarta di saat sisa-sisa kekuatannya, jadi meski keadaan di kantor sedang sibuk-sibuknya aku tetap meminta ijin untuk ke Jakarta...dan hanya berselang 4 jam setelah kedatangan ku dan sempat bertemu di saat menit-menit terakhir hidupnya, akhirnya beliau pergi dalam tenangnya tidur dan dalam lantunan puji-pujian yang kunyanyikan di telinga beliau sebab beliau sudah tak bisa merespon lagi.... (nangis lagi saat memikirkan saat itu)

kemudian ada pertengkaran hebatku dengan mama saat di Bekasi yang baru kali ini kurasa sangat mempengaruhi hubunganku dengan ibu kandungku tersebut, hingga aku mengeluarkan perkataan yang melukai hatinya dan ia pun juga melukai ku dengan perkataannya...awal pertengkaran kami tentang seorang pria yang kucintai yang tetap ingin kuperjuangkan meskipun dari pria itu sendiri seperti tak ada kejelasan untuk membawa hubungan 5 tahun kami ini berujung pada apa..
semakin dirasakan tak ada titik temu antara dirinya dan keluargaku (tak ada tanda-tanda ia akan memperkenalkan dirinya kepada orangtuaku di Bekasi dan semakin hilangnya respek dari keluarga dan orangtuaku sebab ia dinilai tak serius menjalani hubungan ini) dan itu pun diteguhkan dengan sebuah prophetic message dari seorang messager yang meneguhkan bahwa kami tak bisa bersama, sebab ia bukan yang terbaik buatku meski dalam 5 tahun ini pertemuan kami hanya bisa dihitung dengan jari, no kissing, no holding hand, hanya lunch dan itu hanya 1-2 jam...dia pun tak pernah memaksa ku untuk run away married him karena ketidaksetujuan keluargaku yang dalam hal ini yang paling keras adalah ibu kandungku (tidak seperti yg dulu yang minta aku kawin lari dengan dia ke singapura/belanda), saya merasa bahwa dialah yang terbaik dan pertama kalinya aku merasa menjalani sebuah hubungan tanpa rasa takut tak seperti yang dulu karena perbedaan iman dan terlalu banyaknya kontak fisik tiap bertemu.

tiap kali aku marah,kecewa, sedih seperti biasanya aku tak suka masalah pribadiku jadi konsumsi publik sehingga menulis di blog kunilai cara paling efektif dan sebagai "media penyembuhan" bagiku namun, blog tempat aku curhat semua tentang dirinya dan perjalanan cinta 5 tahun tanpa kejelasan ini pun tiba-tiba hilang tanpa penjelasan dari pihak blogger entah kenapa...
bulan Juni lalu aku merasa benar-benar aku sedang diuji oleh kehilangan.........kehilangan alam fisik jasmani atau pun sedang berusaha untuk mempersiapkan diriku untuk siap kehilangan sesuatu yang sudah menjadi habit dan kebiasaanku selama 5 tahun, tempat curhatku, sahabatku, my lullaby voice yang hanya mendengarkan doa dan nyanyian lewat telpon dari dirinya i am sleep like a baby dan tidak takut menghadapi kenyataan yang ada dihadapanku........namun sekarang TUHAN inginkan aku melepaskan dirinya , itu di tandai dengan ketidaksetujuan ibu kandungku untuk merestui hubungan ini.......bahkan sampai mengeluarkan perkataan yang melukai hati ku... dan pria ini pun sepertinya lebih memilih "jalan aman" tak ingin hubungan ibu dan putrinya menjadi buruk dikarenakan dirinya sehingga ia memintaku untuk meninggalkan dirinya dan memintaku untuk segera mengatur perjodohan dengan pria lain.

Mendengarkan lagu ini seperti mewakili apa yang kurasakan saat ini :


DEAREST- AYUMI HAMASAKI 

 ROMAJI:



Hokuntou ni taisetsuna mono igai
Subete sutete shimaetara
Ii no ni ne
Genjitsu wa tada zankoku de

Sonna toki itsudatte
Me wo tojireba
Waratteru kimi ga iru

Ah- Itsuka eien no
Nemuri ni tsuku hi made
Douka sono egao ga
Taemanaku aru you ni

Hito wa minna kanashii kana
Wasure yuku Iki mono dakedo

Ai subeki mono no tame
Ai wo kureru mono no tame
Dekiru koto

Ah- Deatta ano koro wa
Subete ga bukiyou de
Toomawari shita yo ne
Kitsuzuke atta yo ne

Ah- Itsuka eien no
Nemuri ni tsuku hi made
Douka sono egao ga
Taemanaku aru you ni

Ah- Deatta ano koro wa
Subete ga bukiyou de
Toomawari shita kedo
Tadori tsuitanda ne

INDONESIA:

Mungkin lebih baik jika..
Kita dapat membuang segalanya..
Namun apa yang terpenting..
Kenyataan begitu kejam..

Setiap kali aku menutup mata..
Kamu ada di sana..
Tersenyum..

Ah, aku harap wajahmu yang tersenyum..
Bersamaku hingga di hari itu..
Ketika aku tidur dalam keabadian..

Mengapa semua orang sedih?
Mereka adalah makhluk yang terlupakan..

Untuk yang harus kamu cintai..
Untuk yang memberikan cinta..
Berikanlah segalanya..

Ah, ketika kita bertemu..
Kita begitu canggung..
Kita telah memilih jalan yang panjang..
Melukai satu sama lain di sepanjang jalan..

Ah, aku harap wajahmu yang tersenyum..
Bersamaku hingga di hari itu..
Ketika aku tidur dalam keabadian..

Ah, ketika kita bertemu..
Kita begitu canggung..
Kita telah memilih jalan yang panjang..
Namun akhirnya kita telah tiba..

Kamis, 11 Januari 2018