Senin, 07 September 2015

Suka Duka Reseller

Memulai untuk membuka usaha sendiri dengan modal yang minim memang tidak mudah..apalagi memulainya dengan menjadi reseller..yang modalnya mulai dari meng-upload foto-foto dengan semenarik mungkin di media sosial dengan tujuan bagi mereka yang melihat akan tertarik dan membeli..

bagian yang paling menyenangkan dari usaha online shop sebagai reseller sudah tentu kalau ada orang yang membeli dagangan yang sesuai foto-foto yang ditaruh di media sosial... namun tak sedikit juga kesedihan atau kerugiannya...

mulai dari sekedar bertanya bahan barang ,harga barang, warna barang hingga berhari-hari namun akhirnya tak jadi beli hingga barang yang datang ke tangan kustomer patah dalam perjalanan (kesalahan bagian jasa pengirimannya yang tak serius memberikan pelayanan yang maksimal) seperti apa yang saya alami minggu lalu saat seorang kustomer memberi tahukan bahwa barang pesanannya tiba dalam kondisi patah dan lepas...disertai bukti fotonya..


sontak kaget, sedih, dan marah bercampur...
sudah pakai jasa pengiriman mahal One Night Service (yang bukan one night pula) tetap saja hasil yang datang ke tangan kustomer sangat tidak memuaskan. Padahal sudah di tempelin stiker "JANGAN BANTING"

ada juga yang sudah order barang namun tidak jadi beli padahal sudah di pay first oleh ku sendiri sebab kalau tidak seperti itu maka barang dari supplier akan cepat habis.

beberapa teman yang sudah ada pengalaman bisnis bertahun-tahun memberi saran agar sebaiknya diberlakukan sistem Pay First Pay Get dari calon kustomer setelah mereka tertarik untuk membeli .
Tapi memang dalam hal ini memang aku harus lebih banyak untuk tidak menggunakan perasaan dalam bisnis, dan itu yang masih sangat sulit untuk ku lakukan .